"Peradaban Lembah Indus dan Lembah Gangga"
1. lempeng tanah (terra cotta) yang berbentuk persegi dengan motif hewan atau tumbuhan,
2. Tembikar yang berbentuk periuk belanga serta pecahan-pecahan piring dan cangkir,
3. Perhiasan yang terbuat dari tembaga,
4. Ditemukannya gambar dewa bertanduk, patung dewi Ibu serta patung pujaan seperti dewa api, dewa air, dewa langit dan dewa bumi.
Namun bangsa ini harus mengalami kepunahan akibat terjangan banjir besar dari sungai Indus (Sindhu) serta serangan dari bangsa Arya.
B. Peradaban Lembah Gangga
Kebudayaan gangga merupakan kebudayaan dari orang-orang Arya. Mereka berasal dari wilayah sekitar Laut Kaspia yang kemudian melakukan perjalan menuju India bagian Utara sekitar tahun 2000 SM. Kedatangan mereka membuat bangsa Indus terdesak dan pindah ke wilayah India bagian selatan. Disinilah awal mula pencampuran kebudayaan terjadi dan melahirkan Hindhuisme.
Kependudukan bangsa Arya pun berlanjut, mereka berhasil menduduki wilayah-wilayah subur di sekitar lembah Indus, lembah Yamuna dan daerah sekitar sungai gangga yang kemudian mereka menyebutnya sebagai daerah Arya Warta atau Hindustan, yang berarti wilayah orang Hindu.
Untuk mencegah adanya pencampuran ras, maka orang-orang Arya membuat peraturan tentang sistem kasta dan upacara sattie yakni sebuah upacara yang mewajibkan seorang istri membakarkan dirinya sendiri ke dalam api ketika suaminya meninggal. Selain itu mereka juga melarang adanya pernikahan antar kasta karena dapat menyebabkan turunnya kasta orang tersebut. Pada umumnya, orang-orang Arya berada pada kasta brahmana dan ksatria namun sedikit yang berkasta waisya. Kemudian mereka menulis kitab yang kita kenal sebagai kitab suci Weda